PERCETAKAN 24 JAM JAKARTA
Hai dear,...

Agar anda dapat mengakses situs ini secara full, silahkan klik PENDAFTARAN/REGISTER,... Pendaftaran gampang kok... ga perlu konfirmasi email.... terima kasih atas kunjungannya.

Salam,
Admin
Foto2 Member PC’er

Latest topics
Info Tamu
Login

Lupa password?

Tinggalkan pesan disini,..

Pedoman Cetak Buku

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pedoman Cetak Buku

Post  Admin on Thu Jun 09, 2011 4:00 am

Proses Persiapan
Proses ini yang paling pentil, penting maksudnya, sory salah ketik

soal cetak brosur separasi satu muka ukuran 42 x 30, jumlah 100ex, kertas ap 150gr.

1. menentukan bahan dan ukuran yang pas
kertas yang digunakan adalah ketebalan 150gr, jadi kita harus tau berapa harga per kg(kilogram) dipasaran dikota anda mencetak, dijakarta misalnya Rp. 11200/kg atau bisa aja tanya berapa per rim/500lb ukuran plano.

pada dasarnya ukuran kertas plano untuk art paper (85gr, 100gr, 120gr, 150gr) dan art carton (190gr, 210gr, 230gr, 310gr, 360gr, 400gr dan selebihnya) yang dijual umum dipasaran adalah

a. 109cm x 79 cm
b. 100cm x 65cm
c. 90cm x 65 cm

memang ada sebagaian yang memakai ukuran lain, tetapi kita pakai saja yang umum tersedia disetiap toko kertas.

Buat gambar seperti dicontoh dibawah, bisa pakai pensil biasa dengan penggaris atau corel draw sesuai ukuran asli,



Penjelasan
mengapa ditambahkan disetiap panjang dan lebarnya 1,5cm , itu disebut lebihan bahasa gampangnya, mengapa perlu? Karena dalam mesin cetak apabila kertas sesuai dengan gambar maka akan terjadi bleber bahasa jawanya, spesifiknya kotor yang tercampur jadi dibagian pinggir atau bawah tercetak tidak sesuai permintaan, karena itu lebihan 1,5 cm amat penting dalam setiap kertas yang akan dipakai.

Penjelasan 2
Mengapa ada 4 buah gambar dengan ukuran sama?
Itu untuk menentukan kertas plano mana yang akan kita pakai, secara hitungan matematis kita bisa menggunakan ukuran 65x90cm agar lebih murah daripada 65x100cm

1. sekarang kita hitung dengan rumus, berapa harga 1 rim plano AP150gr
65cm x 90cm = a
a x harga perkilo = b
b : (angka pasti/koefisien) 20.000 = c
c x tebal kertas = harga kertas per rim plano

65 x 90 = 5850
5850 x 11.200 = 65520000
65520000 : 20.000 = 3276
3276 x 150gr = Rp. 491.400

2. jadi per rim plano ukuran 65x90 tebal 150gr adalah Rp. 491.400
untuk mempermudah agar tahu harga satuanya dibagi 500lb jadi

491.400 : 500 = 982.2 pembulatan keatas 983
sekarang kita bagi lagi agar tahu harga satuan kertas ukuran 43,5 x 31,5 adalah
983 : 4 = 245,75 pembulatan 246

3. jadi harga satuannya 246, td ordernya minta 1000lb jadi kita kali lagi
246 x 1000lb = Rp. 246.000
246 x 10% (jumlah cetakan) =
246 x 100 = 24.600
dilebihkan 10% adalah angka minimal dalam setiap kali ada order agar saat diserahkan pada klien jumlahnya tidak kurang dari kesepakatan.

246.000 + 24.600 = Rp. 270.600
itulah hasil akhir jumlah harga kertas yang harus dibeli

2. Menentukan mesin yang akan dipakai
informasi harga g gw cantumin soalnya ini tergantung daerah, anggep aja random ongkos mesin GTO V 52 disekitar gw Rp. 300.000 dan minim 2000, maksudnya bukan minimal kita harus cetak 2000lb, tetapi meski kita butuhnya 1000 kita mau ga mau harus mengikuti harga minimal yaitu Rp.300.000
3. Menentukan membuat master dengan apa?
Kenapa saya memilih mesin dahulu daripada membuat plat, karena kita harus sedia dahulu gelasnya daripada airnya, maksudnya? Kita harus tau mesin yang siap untuk kita pakai adalah gto v 52 (4 warna) , maka disini kita bikin plat ctp untuk gto 52, lho apa bedanya? Gini ceritanya:
seandainya ada klien yg minta waktu buru2 skrg minta diitungin dan besok harus selesai, trus kita udah siapin bahan dulu dan bikin master dulu ternyata mesinnya yg siap adalah mesin oliver 58 (58x44cm) , lalu apa yg terjadi? Y kita g bisa pake plat ctp yg 52 tadi atau = buang duit, kita mau ga mau harus pake mesin 58 dan plat 58, kan lebih mahal? Tentu, tapi sebanding dengan permintaan klien, kita juga harus melakukan penawaran yg juga lebih mahal kan waktunya mendadak

ok, kenapa gw pake ctp, dalam teknologi saat ini plat ctp jauh lebih baik daripada film, karena film memerlukan beberapa proses seperti yang gw jelasin di proses pembuatan master, mungkin teknologi ini disebagian kota belum ada, maka kita mau ga mau pake film.

Perhitungan memakai ctp untuk gto 52 (gto adalah merk mesin) sebut saja mesin ukuran 52
Rp. 48.000-90.000
dan diplat ctp bisa mencapai ukuran maksimal gambar 50,5 x 35 cm, karena ukuran kita dibawah itu maka pakai yg ukuran 52, intinya begitu.

perhitungan memakai film
per cm = Rp.9 – Rp.20 / warna (tergantung kota dan banyaknya persaingan)
anggap normal Rp. 15
(42 x 30) x Rp. 15 = 18.900 / warna

karena yang kita cetak nanti adalah separasi / full colour maka dikalikan juga 4x (CMYK) jadi
18.900 x 4 = Rp. 75.600

4. Menentukan proses finishing
untuk order kali ini cukup mudah yaitu ongkos potong, dan biasanya adalah free tapi coba kita hitung saja, yang dibutuhkan kali ini berat kertas orderan kita ini

42 x 30 = 1260
1260 x (berat gr yaitu 150gr) = 189.000
189.000 : (angka pasti yaitu 20000) = 9.45
9.45 x (jumlah cetakan yaitu 1000) = 9450
9450 : (angka pasti yaitu 500) = 18,9 kg bulatkan 19 kg

per kg biasanya 4 sisi adalah Rp. 500/kg jadi total adalah Rp. 500 x 19 = Rp. 9.500

5. Total biaya produksi dengan menggunakan film
Biaya Produksi = Kertas + Ongkos Cetak + Membuat plat + finishing
= Rp. 270.600 + Rp. 300.000 + Rp. 75.600 + Rp. 9.500
= Rp. 655.700

6. Total biaya produksi dengan menggunakan CTP
Biaya Produksi = Kertas + (Ongkos Cetak – Rp. 40.000) + Membuat plat + finishing
= Rp. 270.600 + (Rp. 300.000 – Rp. 40.000) + Rp. 75.600 + Rp. 9.500
= Rp. 615.700

dan kita memastikan menambahkan 10% dari total biaya produksi untuk berjaga-jaga sebagai uang tips, kenaikan harga kertas dsb.

Ukuran Kertas Plano (cm)

1. 61x92
2. 65x100
3. 79x109

Panduan Mesin

1. Mesin: GTO46 (38.1x 35.71) Ukuran kertas: 32 x 46 Area Cetak: 31 x 45
2. Mesin: GTO52 (40 x 51) Ukuran kertas: 36 x 52 Area Cetak: 34 x 50
3. Mesin: SOR M (61.5 x 72.4) Ukuran kertas: 52 x 74 Area Cetak: 51 x 72
4. Mesin: SOR D (71.5 x 91.5) Ukuran kertas: 71.5 x 91.5 Area Cetak: 70 x 90
5. Mesin: SOR S (77 x 103) Ukuran kertas: 70 x 100 Area Cetak: 69 x 98
6. Mesin: OLIVER58 (51 x 57) Ukuran kertas: 44 x 58 Area Cetak: 42 x 56
7. Mesin: OLIVER52 Ukuran kertas: 36 x 52 Area Cetak: 34 x 50
8. Mesin: OLIVER46 Ukuran kertas: 33 x 48 Area Cetak: 32 x 47
9. Mesin: OLIVER72 Ukuran kertas: 50 x 70 Area Cetak: 48 x 68

Rumus kalkulasi harga pokok produksi (hpp) cetak buku dilakukan dengan cara menghitung semua biaya dan komponen cetak (ongkos cetak) yang terkait dalam proses pembuatan buku ditambah dengan margin keuntungan dan biaya lainnya. Didalam pencetakan buku ada beberapa proses yang harus diketahui karena setiap proses pembuatan buku dari awal proses sampai akhir proses harus diperhitungkan maka dari itu harus dibuatkan flow proses (alur produksi cetak) dahulu.

Hal-hal yang harus dihitung dalam pencetakan buku adalah :

1. Biaya Desain isi dan cover buku

2. Biaya setting naskah

3. Biaya pembuatan film separasi ( FC )

4. Biaya pembuatan film negatif dan positif

5. Biaya montage cover buku

6. Biaya montage isi buku

7. Biaya plate cover buku

8. Biaya plate isi buku

9. Biaya kertas cover buku

10. Biaya kertas isi buku

11. Biaya pencetakan (ongkos cetak) cover buku

12. Biaya pencetakan (ongkos cetak) isi buku

13. Biaya pelipatan isi buku

14. Biaya pengomplitan

15. biaya penjilidan; jilid kawat; jilid lem; jilid benang

16. Biaya pemotongan (ongkos potong kertas/sisir kertas)

17. Biaya pengepakan

18. Perhitungan total biaya:

PPn + PPh
Margin keuntungan
Harga per buku

Faktor-faktor yang mempengaruhi Harga Pokok Produksi :

a) Tingkatan Efisiensi HPP Cetak

HPP dapat dikatakan efisiensi jika harga yang ditawarkan perusahaan percetakan terhadap order buku cukup kompetitif dengan kwalitas cetak terjamin baik.

b) Kwalitas Buku

Penetapan harga sesuai dengan kwalitas buku jika harga buku sama dengan mutu cetak sehingga dapat bersaing dengan percetakan-percetakan yang lain.

c) Ketepatan jadwal Produksi

Penetapan harga dianggap bijaksana dan tepat jika jadwal produksi dilaksanakan tepat waktu. Ketepatan waktu penyerahan hasil cetak sangat penting. Ketepatan waktu sangat memperngaruhi kredibilitas dan profit dari percetakan

d) Kelancaran waktu penyerahan/pengiriman

Apabila penyerahan buku ke perbitan sesuai dengan jadwal produksi berarti penerbit memperoleh ketepatan waktu edar. Ketepatan waktu edar mempengaruhi laku tidaknya buku

e) Sehatnya pertumbuhan perusahaan percetakan

Kelancaran produksi, ketepatan waktu, baiknya mutu cetakan dan terjaminnya harga cetak berarti akan memperlancar pembayaran dari pelanggan ( penerbitan ). Kelancaran pembayaran akan memperlancar cash flow percetakan sehingga perusahaan bisa tumbuh dengan sehat.

Contoh soal Perhitungan HPP cetak buku dan pemecahannya

Spesifikasi

• Judul buku : BUKU A

• Ukuran jadi : 14 x 21 cm

• Oplag : 2.500 eks.

• Teknik jilid : jilid lem

No. Katern Hal Warna Kertas Ukuran Keterangan

Cover 4 4/0 AK 210 gr 14 x 21 cm 65 x 100 cm/plano

Isi Katern 160 1/1 HVS 70 gr 14 x 21 cm 65 x 100 cm/plano

Rumus-rumus perhitungan Harga Pokok Produksi Cetak Buku

1. Menghitung Biaya desain cover dan isi buku

a. Menghitung desain = 1

b. Harga desain per buku = Rp. 300.000 ,-

Rumus : Biaya Desain = 1 x Rp. 300.000 = Rp. 300.000,-

2. Menghitung Biaya setting naskah

a. Jumlah halaman setting = 160 halaman

b. Ukuran buku = 14 x 21 cm

c. Harga setting per halaman = Rp. 12.000.-

Rumus : Biaya setting per halaman = 160 x Rp. 12.000 = Rp. 1.920.000,-

3. Menghitung biaya pemprosesan output film separasi warna ( Fulcolor )

a. Jumlah model = 1

b. Ukuran buku = 14 x 21 cm2

c. Harga pembuatan film separasi per cm2 = Rp. 45,-

Rumus : Biaya film separasi = (32×24) x 4 x Rp.45,- = Rp. 138.240,-

4. Menghitung biaya pemprosesan film negatif dan positif

a. Jumlah halaman = 160 halaman

b. Ukuran buku = 14 x 21 cm

c. Harga pembuatan film B/W = Rp. 30,-

Rumus : Biaya pemprosesan film B/W

16 x 22 x 160 x Rp. 30,-/cm2= Rp. 1.689.600,-

5. Menghitung Biaya montage cover dan isi buku

a. Jumlah halaman buku = 160 halaman

b. Jumlah hal. dalam per lintasan/montage = 16 halaman

c. Jumlah montage cover = 4 ( film )

d. Harga montage cover = Rp. 22.500,-

e. Harga montage isi = Rp. 45.000,-

Rumus : Jumlah montage isi = 160 : 16 = 10 lbr film

Biaya montage cover dan isi buku :

• ( 4 x Rp. 22.500,-) + ( 10 x Rp. 45.000,- ) = Rp.540.000,-

6. Menghitung biaya plate cover buku

a. Jumlah plate cover separasi = 4 lembar

b. Ukuran maximum cetak naik di mesin GTOV 52

c. Harga plate cetak/lembar utk GTOV = Rp. 35.000,-

Rumus : Biaya plate cover = 4 x Rp. 35.000,- = Rp. 140.000,-

7. Menghitung biaya plate isi buku

a. Jumlah plate isi buku = 10 lembar

b. Ukuran maxsimum cetak di mesin Speedmaster 72

c. Harga plate cetak/lembar Speedmaster= Rp. 150.000,-

Rumus : Biaya plate isi = 10 x Rp. 150.000,- = Rp. 1.500.000,-

8. Menghitung biaya kertas cover buku

a. Oplah cetak = 2.500 eks.

b. Inschiet = 40 %

c. Harga kertas Ak 210 gr plano per rim = Rp. 650.000,-

d. Jumlah hal. dlm 1 lembar kertas plano = 8 halaman

Rumus : Biaya kertas cover buku =

2.500 x Rp. 650.000,- x 140 % = Rp. 568.750,-

8 x 500

9. Menghitung biaya kertas isi buku

a. Oplah cetak = 2.500 eks.

b. Jumlah halaman = 160 halaman

c. Inschiet = 20 %

d. Harga kertas HVS 70 gr plano per rim = Rp. 120.000,-

e. Jumlah hal. dlm 1 lembar plano = 32 halaman

Rumus : Biaya kertas isi buku =

2.500 x Rp. 120.000,- x 160 x 120 % = Rp. 3.600.000,-

32 x 500

10. Menghitung biaya pencetakan (ongkos cetak) cover buku

a. Warna cover = 4/0

b. Inschiet = 40 %

c. Jumlah plate cetak cover = 4 lembar

d. Ongkos cetak per lintasan = Rp. 120,-

e. Oplah cetak = 2.500 eks.

Rumus : Biaya pencetakan cover =

4 x Rp. 120,- x 2.500 x 140 % = Rp. 1.680.000,-

11. Menghitung biaya pencetakan (ongkos cetak) isi buku

a. Warna isi = 1/1

b. Inschiet = 30 %

c. Jumlah plate cetak isi = 10

d. Ongkos cetak isi per lintasan = Rp. 55

e. Oplah = 2.500 eks.

Rumus : Biaya pencetakan isi =

10 x Rp. 55,- x 2.500 x 130 % = Rp. 1.787.500,-

12. Menghitung biaya pelipatan katern

a. Jumlah halaman = 160 halaman

b. Jumlah katern = 5 katern

c. Ongkos pelipatan per katern = Rp. 50,-

d. Oplah cetak = 2.500 eks.

Rumus : Biaya pelipatan = 5 x 2.500 x Rp. 50,- = Rp. 625.000,-

13. Menghitung biaya komplit katern

a. Oplah cetak = 2.500 eks.

b. Biaya komplit per buku = Rp. 25,-

Rumus : Biaya Komplit buku = 2.500 x Rp. 25,- = Rp. 62.500,-

14. Menghitung biaya jilid lem

a. Oplah cetak = 2.500 eks.

b. Biaya penjilidan lem buku = Rp. 75,-

Rumus : Biaya penjilidan lem = 2.500 x Rp. 75,- = Rp. 187.500,-

15. Menghitung biaya/ongkos potong buku

a. Oplah cetak = 2.500

b. Biaya potong per buku = Rp. 25,-

Rumus : Biaya potong buku = 2.500 x Rp. 25,- = Rp. 62.500,-

16. Menghitung biaya pengepakan

a. Oplah cetak = 2.500 eks.

b. Jumlah buku dalam satu pak = 250

c. Ongkos pengepakan termasuk casing= Rp. 10.000,-

Rumus : Biaya pengepakan = 2.500 x Rp. 10.000,- = Rp. 100.000,-

250

17. Jumlah seluruh biaya ( 1 s/d 16 ) = Rp. 14.901.590,-

18. Margin Keuntungan (20%) = Rp. 2.980.318,-

19. Jumlah biaya ( 17-18 ) = Rp. 17.881.908,-

20. Ppn + PPh ( 10% ) = Rp. 1.788.190,-

21. Jumlah keseluruhan = Rp. 19.670.098,-

22. Harga per buku/ HPP ( jumlah biaya : oplah )

Rp. 19.670.098,- : 2.500 eks. = Rp. 7.868,-/eks.

Demikian detail kalkulasi harga cetak buku seperti contoh diatas.

_________________

Admin
Prima Santhos
Prima Santhos

Jumlah posting: 561
Points: 1491
Reputation: 43
Join date: 26.06.09
Age: 26
Lokasi: Jakarta

Lihat profil user http://percetakan.forumotion.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik